Breaking

Rabu, 01 Februari 2017

Wanita Ini Menangis Setelah Tahu Kenapa Suaminya Menunggunya di Luar Rumah Saat Pulang Lembur

Hari itu Dina dikabari bahwa ia harus lembur 2 jam, ia langsung menelepon Farhan, suaminya untuk mengabari hal ini.
"OK, aku juga barusan pulang kerja, kamu kira­-kira jam berapa sampai rumah?" tanya Farhan. Belum sempat Dina menjawab, tiba-­tiba ponselnya mati karena kehabisan baterai.

Awalnya Dina mau meminjam ponsel temannya untuk mengabari Farhan, namun setelah dipikir-­pikir ia membatalkan niatnya itu. Dina menganggap ia dan Farhan sudah bersuami­ istri
sekian lama, bahkan putranya pun sudah masuk ke jenjang SD, maka ia merasa tidak begitu perlu memberitahunya.


Akhirnya selesai juga pekerjaannya di kantor dan bersiap pulang ke rumah, namun hari sudah gelap. Ia berpikir bahwa suaminya mungkin sedang duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi, di meja makan juga sudah tersaji makanan yang lezat, pasti ada lauk yang ia suka! Dina tersenyum sendiri.. tanpa disadarinya, ia berjalan semakin cepat, tiba-­tiba di jarak 20 meter dari rumah, ia melihat seorang pria..

Terlihat seorang pria sedang berdiri di tempat gelap, walaupun hanya terlihat sedikit lekukan bentuk wajahnya, tapi dia langsung mengenali wajah Farhan suaminya itu.

"Hai!" Sahut Dina. Kemudian Farhan keluar dan menghampirinya, bertanya, "Mengapa sekarang baru pulang?"

"Kamu disini ngapain?" Dina balik bertanya setelah melihat suaminya itu sedang menggigil kedinginan

"Ada selokan yang dalam di sini, dan seingatku tadi pagi masih bersih, tidak ada selokan, mungkin lagi ada galian konstruksi, dan lagi tidak ada lampu atau tanda peringatan, kamu harus lewat jalan yang lain," jawabnya sambil menggandeng Dina melewati jalan lain.

"Kamu menunggu sekian lama hanya untuk memberitahuku ada selokan di sini?"

"Iya, hari dingin begini, kalau sampai terjatuh, sakitnya bukan main," ujar Farhan sambil jalan menunduk menaiki anak tangga.

Mendengar jawaban itu Dina tiba-­tiba merasa suaminya seperti pria yang dikenalnya di awal­awal masa pacaran, menunggu orang yang dikasihinya di hari dingin begini.

Begitu sampai rumah, Farhan cepat ­cepat menyalakan pemanas air untuk mandi, lalu mengeluarkan bakso dan sosis yang sudah dibekukan dalam freezer kulkas. Dina bingung dan bertanya: "Jadi kamu dari tadi tidak pulang rumah?"

"Iya," ujar Farhan enteng.

"Jadi begitu aku bilang lembur, kamu menunggu terus di tempat tadi?"

Suaminya mengiyakan, dan menambahi bahwa sebenarnya dia hendak meneleponnya untuk memberitahunya untuk lebih berhati­-hati waktu pulang, tapi Ponselnya mati, jadi tidak bisa tersambung waktu ditelepon.

"Jadi kamu sudah menunggu disana 2 jam lebih? Kenapa tidak pulang rumah menghangatkan badan dulu?" tanya Dina semakin penasaran dengan sikap suaminya.

"Aku takut nanti kalau waktu aku pulang ke rumah, kamu juga kebetulan mau pulang bagaimana dong? Selokannya dalam sekali, dan di sekitarnya tidak ada lampu sama
sekali… Malam ini mau makan bakso atau sosis?" jawab Farhan yang membuat hati Dina semakin haru.

"Kamu pulang ke rumah sebentar untuk ambil jaket pun hanya butuh 2­0 menit, kamu takut aku sudah pulang dalam 2­0 menit itu, jadi tidak meninggalkan tempat itu, terus menunggu disana?" Tanya Dina sekali lagi untuk menyembunyikan keharuan dalam hatinya.

"Iya iya, betul... jadi mau makan bakso atau sosis?"

Tindakan Farhan sungguh membuat haru Dina, dia merasa bahwa pria ini bukan lagi pria yang romantis seperti dulu waktu awal pacaran, melainkan seorang pria yang hangat dan dewasa seperti seorang ayah.

Hidung Farhan yang sudah memerah karena dingin, tiba-­tiba bersin. Dina langsung menghampirinya dan mengambil celemek di tangan Farhan. Terlihat ada luka di bibir suaminya, lulutnya juga berdarah.

"Ya ampuunnn... Jadi kamu tadi jatuh ke dalam selokan itu??? kenapa ga bilang.. Kamu buruan istirahat, sini aku obatin dahulu," kata Dina panik melihat luka suaminya

Sang suami tertawa dan menjawab, "Tidak usah, sudah lewat 2 jam kok, sudah kering lukanya… jadi kamu mau makan bakso atau sosis?"


Dina tak bisa lagi menahan keharuan dalam hatinya, ia langsung memeluk Farhan sambil menitikkan air mata kebahagiaan. Sungguh ia merasa hangatnya cinta suami telah menghapus kelelahan dan dinginnya malam itu. 

Apa itu cinta? Bukanlah suatu bentuk hubungan yang harus bertemu terus setiap hari, cinta yang mengharukan hanya akan terjadi pada momen tertentu, yang akan membuatmu berharap waktu berhenti pada saat ini untuk selamanya. Bahagia itu hal
yang mudah, asalkan dilakukan dengan hati yang tulus cinta! Setiap orang pasti ada saatnya
merasa lelah, letih, tapi teringat bahwa masih diingat oleh seseorang, diperhatikan, adalah suatu hiburan terbesar di hati.

Kebahagiaan yang sesungguhnya tidak butuh uang untuk mendapatkannya, kebahagiaan adalah sejenis perasaan, dan cinta adalah suatu bentuk kepuasan, kamu akan sayang dengan seseorang hanya bila kamu mencintainya, dan mengingat semua hal tentang dia.

Berharap untuk bisa memiliki kehidupan yang bahagia seperti ini yah, walaupun tampaknya biasa­-biasa saja bagi beberapa orang, tapi inilah yang aku inginkan... hidup bersama denganmu.. menjaga hangatnya cinta itu untuk selamanya.

Adbox